Archive for the ‘ Uncategorized ’ Category

Wanita itu tetap Wanita

Agama Islam adalah agama fitrah, dan manusia diciptakan Allah Ta’ala sesuai dengan fitrah ini, karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh manusia menghadapkan diri ke agama fitrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan. Sehingga manusia berjalan di atas fitrahnya.


Maka, ianya suatu yang bukan lagi menghairankan manusia biasa seperti kita. Di mana setiap kita dianugerahkan dengan sifat kasih sayang dan perasaan cinta. Perasaan ingin memiliki dan dimiliki. Terlalu banyak rangsangan dan faktor yang mengaktifkan apa yang terpendam tersebut bertindak lebih awal. Seluruh pancaindera berfungsi sepenuhnya dengan menyerap kepelbagaian input tersebut. Maka, lubuk naluri dalaman kita dirangsang sama ada dengan dipaksa berfungsi awal atau pun terlaksana sendiri tanpa kawalan yang mengakibatkan jiwa-jiwa dalaman kita membuak-buak.


Kita katakan penyebab cinta adalah nafsu yang secara kebetulan melihat apa yang sesuai dengan tabiatnya lalu dia menganggap baik hal itu dan cenderung kepadanya. Continue reading

Advertisements

Benarkah Sumayyah tidak solat?

Selepas daripada membicarakan tentang sejarah tamadun islam minggu lalu,ada yang bertanya, “betul ke Rasulullah S.A.W dah solat masa pemulaan Islam?”

Saya katakan,dari sumber-sumber sejarah & dalil hadith,YA.

Di dalam “Rahiq Maqtum” karangan Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury beliau telah memetik kata-kata Ibnu Hajar :

“Sebelum peristiwa Isra’,Rasulullah S.A.W secara PASTI telah melakukan solat,demikian pula para sahabatnya.

Juga dalam hadith yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya bahawa Rasulullah S.A.W pada malam Isra’ apabila beliau sampai di Masjid Al-Aqsa,beliau telah masuk ke dalamnya dan melakukan solat 2 rakaat.Ini berlaku sebelum beliau naik ke langit.

Begitu juga di dalam Sirah Ibnu Hisyam menyebutkan bahawa Abu Thalib pernah melihat Nabi S.A.W solat bersama Ali.Abu Thalib meninggal pada tahun ke 10 kenabian sedangkan menurut Ibnu Kathir dalam Tafsir Al-Quran Al-Azim peristiwa Isra’ paling mungkin berlaku 10 bulan sebelum hijrah,bermakna pada tahun ke 13 kenabian.

Sebagaimana yang kita sedia maklum,solat 5 waktu hanya difardhukan pada malam Isra’ & M’iraj.Namun yang menjadi perbahasan di kalangan ulama’ sudahkah ada kewajiban solat sebelum adanya kewajiban solat 5 waktu?

Ada yang mengatakan bahawa berdasarkan ayat 55 dari surah Al-Mu’min,shalat yang diwajibkan sebelum daripada solat 5 waktu adalah solat 2 rakaat sebelum terbitnya matahari & sebelum terbenamnya matahari.

Wallahu ‘alam.

1 Syawal 1429H

Selamat Hari Raya Aidilfitri

Maaf Zahir & Batin

“Taqabbalullah minna waminkum”

Hadits-Hadits Dhaif Tentang Ramadhan

Apabila tibanya bulan Ramadhan,umat Islam akan berlumba-lumba melakukan amalan soleh demi mendapatkan ganjaran berlipat ganda yang telah dijanjikan oleh Allah.

Di sana sini seruan untuk melakukan amalam kebajikan dapat di dengar.Atas dasar itu, maka banyaklah pula hadith-hadith tentang kelebihan bulan Ramadhan disampaikan kepada masyarakat.

Namun,dalam semangat mengajak manusia mencari redha Allah,ada yang terlupa prinsip penting dalam usaha itu,iaitu Allah telah menetapkan sunnah Nabi secara adil, (untuk) memusnahkan penyimpangan orang-orang sesat dari sunnah, dan mematahkan ta’wilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu sunnah.

Sejak bertahun-tahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits yang dhaif, palsu, diada-adakan atau lainnya. Hal ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan keterangan yang sempurna.

Para pemberi nasihat akan melihat bahwa mereka,kecuali yang diberi rahmat oleh Allah tidak memperdulikan masalah yang mulia ini walau sedikit perhatian pun walaupun banyak sumber ilmu yang memuat keterangan shahih dan menyingkap yang bathil.

Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat sangat banyak, hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih,walaupun yang demikian itu sangat banyak.

Antara hadits-hadits yang tersebar di kalangan manusia di bulan Ramadhan, diantaranya.

Pertama.

“Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam Ramadhan, niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya ….” Hingga akhir hadits ini. (Hadits ini maudhu‘ kerana adanya Jabir bin Ayyub, biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata : “Mashur dengan kelemahannya”. Juga dinukilkan perkataan Abu Nua’im, ” Dia suka memalsukan hadits”, dan dari Bukhari, berkata, “Mungkarul hadits” dan dari An-Nasa’i, “Matruk” (ditinggalkan) haditsnya”.)


Kedua.

“Wahai manusia, sungguh bulan yang agung telah datang (menaungi) kalian, bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan, maka sama (nilainya) dengan menunaikan perkara yang wajib pada bulan yang lain …. Inilah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka ….” Hingga akhir.   (Hadits ini Dhaif karena lemahnya Ali bin Zaid, berkata Ibnu Sa’ad, Di dalamnya ada kelemahan dan jangang berhujjah dengannya, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Tidak kuat, berkata Ibnu Ma’in. Dha’if berkata Ibnu Abi Khaitsamah, Lemah di segala penjuru, dan berkata Ibnu Khuzaimah, Jangan berhujjah dengan hadits ini, karena jelek hafalannya. Demikian di dalam Tahdzibut Tahdzib )

Ketiga.

“Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat” (hadits ini lemah.Berkata Abu Bakar Al-Atsram, “Aku mendengar Imam Ahmad -dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin Muhammad- berkata, “Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair,-pent) beberapa hadits mereka (orang-orang Syam, -pent) yang dhoif itu”. Ibnu Abi Hatim berkata, “Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak, karena jeleknya hafalan dia”. Al-Ajalaiy berkata. “Hadits ini tidak membuatku kagum”, demikianlah yang terdapat pada Tahdzibul Kamal)

Keempat

“Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun penuh”

(Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu’allaq dalam shahih-nya tanpa sanad) Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari “Dalam hadits ini ada perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak, hingga kesimpulannya ada tiga penyakit : idhthirah (goncang), tidak diketahui keadaan Abil Muthawwas dan diragukan pendengaran bapa beliau dari Abu Hurairah”.

Inilah empat hadits yang didhaifkan oleh para ulama dan di lemahkan oleh para Imam, namun walaupun demikian kita sering mendengar dan membacanya pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan itu pada umumnya.

Tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna yang benar, yang sesuai dengan syari’at kita yang lurus baik dari Al-Qur’an maupun Sunnah, akan tetapi hadits-hadits ini sendiri tidak boleh kita sandarkan kepada Rasulullah S.A.W dan terlebih lagi umat ini telah Allah khususkan dengan sanad dibandingkan dengan umat-umat yang lain.

Dengan sanad dapat diketahui mana hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak, membedakan yang shahih dari yang bathil. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit, telah benar dan baik orang yang menamainy.

Wallahu ‘alam